all about electricity (indonesia)

Tol Listrik

2000px-electricity_grid_simple-_north_america-svg

Saya tergelitik untuk menulis artikel ini setelah membaca artikel di salah satu media berita online yang menyinggung “Tol Listrik”. Ketika beberapa waktu yang lalu muncul istilah “Tol Laut”, masyarakat membutuhkan waktu untuk mencerna apa kira-kira yang dimaksud dengan istilah tersebut. Nah sekarang ada yang memunculkan istilah “Tol Listrik”, istilah apalagi nih?

Masyarakat rupanya sangat menyukai penganalogian hal-hal teknis spesifik di suatu bidang keilmuan dengan hal-hal yang umum dimengerti oleh kebanyakan anggota masyarakat, tidak terkecuali istilah di bidang kelistrikan. Ilmu elektro atau listrik adalah ilmu pengetahuan alam eksak yang banyak mengandung konsep-konsep imajiner atau abstrak yang kadang perlu dianalogikan dengan konsep lain yang lebih riil atau nyata agar lebih mudah dimengerti. Teknik penganalogian ini sebetulnya tidak asing bagi mahasiswa teknik, misalnya kita mengenal analogi sistem mekanik dengan sistem elektrik.

img_20160430_123553

Dulu ketika saya masih menjadi asisten laboratorium di kampus, saya sering mencontohkan analogi atau kesetaraan antara sifat “listrik” dengan “air” kepada adik-adik mahasiswa baru. Saya ceritakan bahwa sifat air dan listrik sebetulnya mirip. Misal, air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Listrik (elektron) pun mengalir dari tempat dengan potensial tinggi ke tempat dengan potensial lebih rendah. Air tidak bisa mengalir (secara alamiah) dari satu tempat ke tempat lain jika tidak ada beda ketinggian (head). Listrik pun juga demikian, tidak akan ada aliran listrik jika tidak ada beda potensial antara satu titik dengan titik yang lain.

proyek-cipali-menyisakan-masalah-ighl2rugzm

Nah, dalam konteks menganalogikan “Jalan Tol” dengan “Jaringan Listrik”, bagaimana cara menyetarakannya? Setelah saya renungkan, ternyata dua konsep ini bisa dianalogikan seperti ini:

  • Jalan tol atau ada yang menyebut jalan bebas hambatan adalah adalah jalan bagi kendaraan yang bentuknya secara fisik lebih lebar, mulus, tidak ada akses langsung ke tempat tujuan akhir (misal ke rumah, kantor) tanpa harus keluar ke jalan non tol (biasa) melalui pintu gerbang tol. Tol sendiri secara harfiah artinya berbayar, artinya jalan yang hanya boleh dilewati jika kita membayar sejumlah uang.

klasifikasi-jalan-n

  • Jaringan listrik adalah “jalan” bagi listrik (elektron) berpindah dari satu titik ke titik lain.
  • Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) adalah jaringan listrik yang dapat dianggap sebagai “jalan tol” listrik. Mengapa demikian? Karena pada SUTET/SUTT, listrik mengalir ke tempat yang bukan merupakan tujuan akhir (beban atau konsumen akhir) tanpa melalui gardu listrik (switchyard).
  • Jika jalan tol ada ujungnya dan di tempat-tempat tertentu ada gerbang tol tempat kendaraan masuk dan keluar dari jalan regular ke jalan tol dan sebaliknya, maka pada SUTT/SUTET pun juga ada ujungnya dan di tempat-tempat tertentu ada gardu induk listrik tempat listrik masuk dan keluar dari jaringan tegangan menengah atau rendah ke SUTT/SUTET atau sebaliknya.
  • Kenapa perlu jalan tol? Untuk memperlancar dan mempercepat perjalanan kendaraan dalam jumlah banyak dari satu tempat ke tempat lain. Nah, untuk pertanyaan yang sama, kenapa perlu SUTT/SUTET? Jawabnya, untuk memperlancar dan mengefisienkan perpindahan energi listrik dalam jumlah banyak dari satu tempat ke tempat lain.
  • Apa definisi memperlancar dan mempercepat di atas?
  • Pada kasus jalan tol, karena jalan tol lebih luas, lebih mulus dan ada batas kecepatan minimal, misal 60 km/jam atau 80 km/jam dan batas maksimal misal 100 km/jam, maka kendaraan akan melaju lebih cepat dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan yang melaju di jalan biasa.
  • Pada kasus SUTT/SUTET, karena SUTT/SUTET memiliki tegangan listrik yang lebih tinggi, 150 kV atau 500 kV, maka energi listrik yang disalurkan dalam waktu yang sama akan jauh lebih banyak dibandingkan energi listrik yang disalurkan di tegangan menengah, tegangan rendah atau tegangan distribusi.
  • Jika memang SUTT/SUTET dapat menyalurkan listrik lebih banyak, kenapa tidak semua saluran listrik dibuat menjadi bertegangan tinggi semua? Jawabannya mirip dengan kenapa tidak semua jalan dibuat menjadi jalan tol. Ada pertimbangan keselamatan (safety), ekonomis dan ketepatan peruntukannya, misal jika jaraknya dekat dan volume kendaraan sedikit, maka buat apa dibuat jalan tol. Demikian pula untuk listrik, jika energi listrik yang disalurkan sedikit dan jaraknya dekat, saluran penghantarnya tidak perlu dibuat bertegangan tinggi.
  • Bagaimana dengan kemacetan di jalan tol? Apakah bisa dianalogikan juga pada jaringan listrik? Nah kalau yang ini, jaringan listrik diatur sedemikian rupa oleh pusat pengatur beban (load dispatcher) sehingga tidak sampai terjadi konjesti (congestion) atau listrik yang masuk dan keluar pada SUTT/SUTET melebihi kapasitas penghantarnya atau “jalan listrik”-nya.
  • Apa yang terjadi jika karena suatu hal, SUTT/SUTET kelebihan kendaraan, eh kelebihan beban maksudnya😉 ? Yang pasti sistem proteksi atau pengaman akan bekerja secara bertingkat, misal secara otomatis melepas beban di gardu listrik sesuai setelan (setting) atau bahkan melepas pemasok listrik (pembangkit listrik) yang menginjeksikan energi listrik ke SUTT/SUTET itu.

Lebih jauh lagi, bisa saja dianalogikan bahwa jalan raya (non tol) itu mirip Jaringan Tegangan Menengah (JTM). Di jalan raya biasanya konsumen besar, seperti kantor, pabrik, mall mendapat akses langsung ke jalan tersebut, demikian juga dengan konsumen besar listrik di jaringan tegangan menengah. Sedang konsumen kecil seperti perumahan biasanya berada di jalan yang lebih kecil, pada jaringan listrik pun juga demikian, konsumen kecil biasanya dilayani di Jaringan Tegangan Rendah (JTR) atau 400/230 V.

Filosofi kenapa harus ada jalan tol, jalan besar atau jalan nasional/propinsi dan jalan kecil/perumahan boleh dibilang mirip dengan kenapa harus ada SUTT/SUTET, JTM, JTR yaitu agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani dengan tepat, andal dan efisien.

definisi tegangan

Definisi Tegangan menurut SPLN 1:1995

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Nulis Apaan Aja Deh

all about electricity (indonesia)

%d blogger menyukai ini: