all about electricity (indonesia)

Penulis berkesempatan mengikuti pertemuan HAPUA ke-10 di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Dalam pertemuan ini, pengelola kelistrikan di negara2 ASEAN bertemu membahas kerjasama kelistrikan. Yang menarik, kita dapat mengetahui isu2 aktual dan kondisi kelistrikan di negara2 ASEAN. Disini kita akan melihat bagaimana sih kelistrikan di negara tetangga, misalnya di Vietnam. Vietnam, seperti di Indonesia, masih menganut regulated system dalam mengelola kelistrikannya. PLN-nya Vietnam bernama EVN (Vietnam Electricity).

Dalam pesan yang disampaikan oleh Dao Van Hung, Chairman of Management Board EVN pada buklet EVN, sistem tenaga listrik Vietnam saat ini beroperasi dalam kondisi penuh tekanan. EVN harus bisa melayani pertumbuhan GDP yang tinggi (8.48% di tahun 2007) dan beban puncak mencapai 13000 MW sedang kapasitasnya hanya 11000 MW. Yang terjadi adalah power shortage atau pemadaman pada saat beban puncak.

EVN meramalkan pertumbuhan listrik 17%/tahun sehingga membutuhkan kapasitas terpasang sampai 33000 MW sampai dengan tahun 2015. Investasi yang dibutuhkan mencapai VND 850000 milyar. EVN mempertimbangkan untuk membangun transmisi di atas 500 kV dan pembangkit listrik thermal dengan skala sampai 4000 MW. Alhasil, EVN harus mencari sumber2 pembiayaan untuk ini. Problem yang dihadapi seperti tingkat inflasi yang tinggi, kebijakan uang ketat oleh pemerintah menjadi tantangan yang tidak mudah.

Tantangan lain muncul dari kenaikan harga2 material yang sangat tajam, kesulitan finansial dan jatuhnya bursa saham menyebabkan kurangnya modal investasi. Dalam semester pertama 2008, setidaknya ada 14 proyek pembangkit hidro dan thermal yang sudah dalam tahap konstruksi yang tidak dapat dilanjutkan karena kekurangan modal. EVN kemudian memobilisasi ekuitasnya, secara aktif bekerja sama dengan bank dalam dan luar negeri dan institusi pendanaan yang lain agar proyek2 baru tersebut dapat tetap berjalan. Selain itu Vietnam juga mengimpor listrik dari China untuk meningkatkan suplai listrik di negara itu. EVN juga menghimbau pelanggan2nya untuk melakukan hemat pemakaian listrik untuk membantu mengatasi power shortage.

Dari pemaparan ini, terlihat kondisi kelistrikan di negara ini tipikal dengan kondisi kelistrikan negara2 berkembang, termasuk Indonesia. Sistem pasar kelistrikan yang tersentralisasi membuat negara dibebani oleh kewajiban penyediaan listrik, yang biasanya selalu tertinggal dengan demand yang ada. Dilihat dari rugi2 listrik, sistem di Vietnam masih di atas 10% di tahun 2007. Implikasinya, indeks keandalan lainnya biasanya akan mengikuti, seperti ENS (energy not served), LOLP (lost of load probability), SAIDI, SAIFI tidak lebih baik dari sistem di Indonesia.

Comments on: "Listrik di Vietnam (EVN)" (3)

  1. bayu putri said:

    pak bisa memperlihatkan data load forecasting ma kurva beban harian di vietnam gak, makasih

  2. tambahin juga dunk..bahasannya buat listrik di singapura..penting juga tuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Nulis Apaan Aja Deh

all about electricity (indonesia)

%d blogger menyukai ini: