all about electricity (indonesia)

Dalam artikel pasar listrik deregulasi yang lalu telah disebutkan salah satu komponen nya adalah perusahaan distribusi listrik. Energex adalah salah satu contoh perusahaan ini. Perusahaan milik pemerintah ini melayani distribusi listrik di area tenggara negara bagian Queensland dan utara NSW, Australia. Tadinya perusahaan ini juga melayani retail langsung ke konsumen, namun pada tahun 2007, hak retail tsb. dijual ke perusahaan lain (AGL dan Origin). Listrik yang diperoleh Energex diperoleh dari jaringan transmisi yang dikuasai Powerlink, perusahaan milik pemerintah juga.

Perusahaan ini berorientasi pada kepuasan pelayanan pelanggan, yang sering diindikasikan dengan SAIDI. SAIDI (system average interruption duration index) secara sederhana menyatakan rata-rata lamanya konsumen merasakan padamnya listrik tiap tahunnya. Karenanya, perusahaan ini mengatakan bahwa suara, keluhan, laporan adanya gangguan atau padamnya listrik adalah masukan terpenting dalam mencapai unjuk kerja yang terbaik.

Energex memiliki sistem pelayanan pelanggan yang mampu mengidentifikasi pelanggan yang menelpon, baik nomor telepon maupun namanya dan sekaligus menentukan lokasi pelanggan, dan pengenalan suara (voice recognizition) untuk menentukan apa yang dimaui pelanggan. Dengan sistem ini, Energex mampu merespon kejadian dengan cepat, misalnya jika terjadi gangguan di suatu daerah. Selain masukan dari pelanggan, perusahaan ini juga mencermati kondisi cuaca, terutama jika akan terjadi hujan dan petir, penyebab utama gangguan (hubung singkat) yang menyebabkan matinya listrik.

Secara teknis, karena dalam sistem tenaga listrik, distribusi berada pada sisi yang dekat dengan konsumen, maka peralatan yang dipakai pun kebanyakan bertegangan menengah dan rendah (132 kV, 110 kV, 33 kV, 11 kV, 240 V).

Salah satu control center-nya yang berlokasi di Victoria Park, Brisbane mempunyai hal-hal yang umum dipunyai suatu sistem distribusi. Salah satunya, tentu saja adanya trafo distribusi 125 MVA berikut,

yang merupakan gambaran umum sebuah trafo distribusi yang memiliki pengubah tap tegangan atau OLTC (online tap changer).

Permasalahan umum yang terjadi di sisi distribusi, seperti rendahnya tegangan akibat besarnya beban induktif (penggunaan pemanas/pendingin ruangan, motor2 listrik di industri) diatasi dengan penggunaan capacitor bank.

Gambar berikut adalah one line diagram sistem distribusi di sebuah monitor,

dan suasana ruang kendali (control center) sistem distribusi listrik,

yang suasananya berbeda dengan suasana control room pembangkit listrik atau pun control center di system operator. Salah satu hal lain yang menarik, Energex ternyata hanya menggunakan sistem operasi Windows NT untuk hal2 yang sifatnya off line, sedangkan untuk hal2 yang sifatnya berhubungan dengan komputasi real time, sistem operasi yang digunakan berbasis Unix.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Nulis Apaan Aja Deh

all about electricity (indonesia)

%d blogger menyukai ini: