all about electricity (indonesia)

Let’s Save Energy

Saudara2 sebangsa dan setanah air,

Mari tunjukkan sumbang sih kita bagi negeri kita tercinta dengan hal2 yang nyata, dimulai dari diri sendiri.

Tersebut lah slogan lama, tapi semakin sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup bangsa ini,

“Mari Hemat Energi…”

Update laporan Bank Dunia April 2008:

Bidang penting lain yang semakin mencemaskan adalah APBN.. Dengan tidak berubahnya harga dalam negeri untuk harga bahan bakar bensin dan diesel untuk angkutan dan minyak tanah (yang mewakili lebih dari 2/3 bagian penjualan BBM), subsidi pemerintah tumbuh dengan pesat dan akan mencapai Rp 130 trilyun (US $14.3 milyar) pada tahun 2008 berdasarkan perkiraan Pemerintah sebesar US$95 per barrel.

Pada tingkat ini, subsidi enerji total (untuk tenaga listrik maupun untuk BBM) akan sama besar dengan total belanja modal dan sosial pemerintah pusat. Didorong oleh kenaikan subsidi, telah diusulkan langkah-langkah untuk memangkas belanja dalam departemen departemen teknis, mengurangi subsidi untuk listrik, dan meransum minyak tanah untuk memastikan bahwa hanya orang miskin yang menerimanya. Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah mengharapkan defisit anggaran belanja naik dari 1,7 persen PDB menjadi sedikit di atas 2 persen PDB.

Bangsa2 lain melakukannya pada Earth Hour 31 Maret yg lalu (konon inspirasinya dari perayaan Nyepi di Bali) dalam rangka kesadaran akan kelangsungan hidup umat manusia.

Sydney Opera House (salah satu keajaiban dunia yang baru) pun rela memadamkan lampunya.

Bagaimana dengan diri kita sendiri? Bukan masalah apakah anda mampu membayar listrik atau tidak, atau apakah anda mengkonsumsi listrik/BBM bersubsidi atau membayar dengan harga pasar, namun lakukan hemat energi ini demi kelangsungan hidup umat manusia di bumi ini. Ingat, bumi ini diserahkan Tuhan kepada umat manusia tidak untuk dirusak, tapi untuk dikelola dengan sebaik-baiknya.

Apalagi bangsa kita, rakyat kita sedang dalam kesulitan, subsidi dikurangi dimana-mana, pemerintah mengurangi belanja untuk pembangunan. Untuk apa itu semua? Hanya gara2 untuk menutup subsidi energi (BBM dan listrik) di tengah membumbungnya harga minyak dunia.

apbn2008.jpg

Tidak terbayangkan lagi jika subsidi akhirnya harus menggerogoti anggaran yang berwarna hijau (social assistance). Apakah kita akan membiarkan rakyat jelata, anak-anak, bayi dan orang2 tua kelaparan?

Jika anda tidak rela melakukan hal2 yang mudah seperti mematikan lampu yang sudah tidak digunakan, lebih memilih transportasi umum daripada kendaraan pribadi (bila memungkinkan), mengganti lampu pijar dengan lampu fluorescent, menanam pohon / menghijaukan lingkungan, maka…

 I think you are the most selfish person on the planet.

(Two Weeks Notice)

Comments on: "Let’s Save Energy" (2)

  1. mas kalo bisa blognya dilinkan dengan web tentang tenaga

  2. fani irfan hidayat said:

    Buat Mas Imadudin yang punya dosen S1 sama dengan saya,
    saya dulu asisten Lab STL di depok.
    nanya dong.. punya materi mengenai Demand Side Management Ngga?
    buku2 dan artikel2 punya saya saya tinggal di lab sudah lama sekali.

    plus kalau ada Load Daily Curve nya Jawa Bali tahun 2010 deh. saya cuma mau bikin sharing knowledge aja dikantor. kalau bisa email aja ke fani.hidayat@medcoenergi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Nulis Apaan Aja Deh

all about electricity (indonesia)

%d blogger menyukai ini: