all about electricity (indonesia)

Tetes air mata…
Mengalir di sela derai tawa
Selamanya kita…
Tak akan berhenti mengejar Matahari

Ari Lasso

Ya, kenapa tidak? Matahari adalah sumber energi terbarukan, setidaknya sampai 4-5 milyar tahun lagi baru akan habis energinya. Ide ini bukan ide baru. Sejak tahun 1970-an orang-orang sudah mulai berpikir mencari energi alternatif, seiring dengan membumbung harga minyak pada saat itu. Dan hasilnya sudah kita lihat saat ini, solar farm sudah mulai banyak ditemui di banyak negara maju. Namun PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) ini masih punya banyak kelemahan. Tentu saja, karena letaknya menetap di suatu tempat (terrestrial), solar farm ini tidak menghasilkan listrik ketika malam hari. Pada siang hari pun, jika cuaca tidak cerah, mendung menghalangi sinar mataharinya atau mengurangi efisiensi.

space solar

Para ahli mulai berpikir lebih jauh. Kenapa kita tidak menangkap energi matahari langsung di luar angkasa, dimana kita tidak diganggu oleh cuaca. Tentu saja kita akan bertanya-tanya, kalau pun energi matahari bisa ditangkap oleh solar cell, bagaimana cara mengirimkan energi tersebut ke bumi? Kemajuan teknologi ternyata mampu menjawab hal-hal yang sebelumnya tidak terbayangkan, dan dianggap sebagai fiksi belaka. Namun jangan salah, teknologi-teknologi yang ditunjukkan film-film sci-fi seperti Star Wars dan Battlestar Galactica (akan premier season 4-nya di Sci-fi 4 April 2008), banyak yang menjadi kenyataan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Space Solar Power (SSP) adalah jawabannya. Sebuah solar farm dibangun di luar angkasa, di orbit bumi, menangkap energi matahari. Cara mengirim energi ini ke bumi adalah dengan mengubahnya menjadi gelombang mikro (microwave). Transmisi energi listrik nir kabel (wireless power transmission) ini bukan fiksi, namun sudah menjadi kenyataan, bahkan sejak tahun 1974. Singkat cerita, di bumi ada stasiun yang menangkap microwave ini dan mengubahnya kembali menjadi energi listrik dan ditransmisikan ke pelanggan melalui jaringan transmisi konvensional.

Tentu saja ada banyak perdebatan dengan teknologi ini, mulai dari isu lingkungan, keamanan sampai ekonomi. Isu lingkungan berasal dari teknik konstruksi stasiun angkasa yang akan membutuhkan banyak perjalanan ulang alik space shuttle. Padahal tiap kali pesawat ini beroperasi, dia akan banyak mengeluarkan gas buang yang mencemari udara. Hal ini bisa diatasi kalau kita bisa memproduksi bahan baku solar farm ini di bulan! (Sebuah ide gila, but who knows it will be happened in the near future).

Lalu, masalah kesehatan, apakah gelombang mikro ini berbahaya. Para ahli menjawab, sejauh ini tidak berbahaya. Gelombang mikro tidak cukup kuat untuk membakar benda yang dilewatinya atau merubah sel sehat menjadi kanker pada manusia. Contoh sederhana adalah penggunaan telpon seluler (meski banyak yang memperdebatkannya juga). Dan yang paling kritis adalah pertimbangan ekonomis. Para ahli menjawab, lebih baik membangun SSP sebesar US$ 10 milyar dari pada harus mengeluarkan US $ 7 milyar per bulan untuk mendapatkan sumber energi fosil pada perang di Irak.

Sumber:
http://www.nss.org/settlement/ssp/index.htm

Comments on: "Mengejar Matahari.. di Luar Angkasa, Listrik Masa Depan" (1)

  1. emoga sukses, amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Nulis Apaan Aja Deh

all about electricity (indonesia)

%d blogger menyukai ini: