all about electricity (indonesia)

Studi aliran daya adalah salah satu topik yang dibahas dalam mata kuliah Analisis Sistem Tenaga Listrik (Power System Analysis) yang merupakan mata kuliah wajib jurusan teknik tenaga listrik di hampir semua universitas di seluruh dunia. Teori2 yang ada di dalamnya akan cukup membuat pusing, namun salah satu cara untuk membantu memahaminya adalah dengan memecahkan suatu persoalan.

3 Bus

Gambar di atas adalah one line diagram sistem tenaga listrik sederhana 3 bus, dengan generator di bus 1 dan 2. Tegangan di bus 1 adalah 1 + j0 per unit. Besar tegangan di bus 2 tetap, sebesar 1.03 pu dengan daya nyata generator sebesar 400 MW. Beban sebesar 500 MW dan 350 MVAR ada di bus 3. Admitansi saluran pada gambar dalam besaran per unit dan berbasis 100 MVA. Resistansi saluran dan suseptansi line charging diabaikan.

  1. Cari solusi aliran daya dengan menggunakan metode Newton-Raphson, tentukan besar phasor V2 dan V3. Lakukan 2 iterasi.
  2. Ulangi no 1 dengan algoritma Decoupled.
  3. Ulangi no 1 dengan algoritma Fast Decoupled.

Jawaban:

Klik untuk memperbesar gambar2 ini.

1.  Untuk Newton-Raphson, langkah2nya sbb:

  

  • Langkah pertama adalah merubah semua nilai ke dalam besaran per unit (pu).
  • Kemudian menyusun Y matriks.
  • Identifikasi nilai2 yang diketahui dan yang tidak diketahui.
  • Perhatikan jenis bus, apakah slack bus/reference bus, load / PQ bus atau voltage controlled / PV bus.
  • Jika tegangan di suatu bus tidak diketahui, asumsikan tegangannya 1 + j0 pu. Asumsi ini sering disebut sebagai flat start. Hal ini disebabkan, biasanya besar tegangan suatu bus tidak akan jauh dari 1 pu.

  

  • (♣) Substitusi nilai2 yang diketahui untuk mendapatkan persamaan2 P dan Q yang diketahui.
  • Hitung turunan parsial dalam Jacobian matrix yang akan kita susun.
  • Hitung daya residu ΔP dan ΔQ.
  • Setelah semuanya dihitung, kita siap mencari penyelesaian dari iterasi pertama, yaitu dengan menyelesaikan persamaan linier di atas. Disini terlihat persamaan tsb. mengandung matriks Jacobian 3 x 3, sehingga jika matriks tsb berpindah ruas, maka tentu saja kita harus mencari invers dari matriks tsb.
  • Dengan mendapatkan solusi dari persamaan ini, maka didapatkan lah besar dan sudut fasa baru tegangan pada bus-bus untuk iterasi yang pertama.

  

  • Langkah berikutnya adalah mengulang langkah2 di atas, mulai dari (♣) sampai sebanyak iterasi yang diinginkan.

2.  Untuk metode Decoupled Load Flow, langkah2nya sama, kecuali J2 dan J3 dalam matriks Jacobian tidak dihitung, atau dianggap 0.

  

3.  Untuk Fast Decoupled Load Flow,

  • Tidak memerlukan inversi matriks Jacobian. Sebagai gantinya, dari matriks admitansi Y, dibentuk matriks B’ dan B”.

  

  • Persamaannya sendiri,

\Delta \delta = -[B']^{-1}\frac{\Delta P}{|V|}

\Delta |V| = -[B'']^{-1}\frac{\Delta Q}{|V|}

 

  • Langkah2 selanjutnya sama dengan metode NR/Decoupled.

 

Untuk mencari besar daya di slack bus, nilai2 yang diperoleh dari masing2 algoritma, disubstitusi kembali ke persamaan daya. Sedangkan rugi2 sistem (losses), dapat dengan mudah dicari dengan prinsip hukum kekekalan energi, yaitu daya yang masuk ke suatu saluran sama dengan daya yang keluar ditambah rugi2. 

Jika anda jeli, maka hasil perhitungan dengan kalkulator tangan di atas, ada yang bisa dikritisi, seperti losses yang negatif. Hal ini akibat adanya pembulatan nilai pada setiap langkah perhitungan, misal hasil yang sebenarnya 0.9333…dst tapi dibulatkan jadi 0.933. Dengan software2 komersial, komputer dengan mudah akan memberikan solusi yang lebih akurat.

Jika anda sudah cukup terlatih dengan pemecahan soal2 semacam ini, maka anda dengan mudah akan memahami cara kerja software2 komersial yang biasa digunakan dalam suatu sistem tenaga listrik.

share on facebook

 

 

About these ads

Comments on: "Contoh Penyelesaian Aliran Daya Listrik dengan Metode Newton-Raphson, Decoupled dan Fast Decoupled Load Flow" (72)

  1. wew walaupun saya anak komputer,
    kalo ngeliat ada anak power kayak gini jadi salut saya….

    salam kenal mas, dari anak komputer elektro unila.

  2. wow

    Analisa sistem Tenaga…( 6_6)
    keren

    ini topik yang aku suka,
    dua semester yang lalu aku ikut kelas analisa sistem tenaga

    sepertinya dari buku Pak Saadat ,

    Keren sekali ini

  3. Thanks to riski dan bagus buat komennya.

    Benar yang dibilang bagus, saya mengambil referensi utama-nya dari Power System Analysis-nya Hadi Saadat.

    Buku ini cukup bagus. Untuk perhitungan analisis gangguan tidak seimbang, buku Power System Analysis dari Grainger-Stevenson juga sangat bagus.

  4. Heri Budi Utomo said:

    mengapa alariran daya persamaanya S=P-JQ bukan S=P+JQ
    terima kasih

  5. Heri Budi Utomo said:

    bagaimana mendapatkan sofware powerworld?

  6. Pak Heri, untuk mendapatkan software PowerWorld, bapak dapat mendownloadnya gratis di situs yang telah saya sebutkan diatas. Di situs itu bapak akan diminta mengisi form yang minta nama, alamat email. Setelah bapak isi, bapak akan mendapatkan email balasan yang berisi link untuk mendowload software ini.

    Mengenai mengapa S =(sigma) P – (sigma) jQ akan saya tulis dalam satu artikel tersendiri, namun kira2 jawabannya adalah bahwa persamaan ini merupakan turunan dari persamaan S=P+jQ.

  7. wow… hebat bner mas analisisnya…. walaupun saya hanya d1 PLN untk calon oprtor GI, ingin bisa untk menganalisis STL kyak gini…

  8. Salam buat anak power (tegangan tinggi) saya juga mahasiswa Teknik Elektro Spesialisasi Sistem Tenaga.. saya juga sudah membuat analisa secara komputasi menggunakan python metode gauss-seidel silakan di lihat di http://admin.inherent-unib.net

    Salam kenal,

  9. bagus.. metodenya .. thank infonya besok saya pendadaran…lumayan ngiget materi pas semester 5, STL ..
    lam kenal, mampir ya di :
    fuzairin.blogspot.com

  10. thank, dari saya

  11. yuni andri said:

    wah…hebat ya bisa load flow..
    saya masih belajar ni…maksih buat artikelnya ya mas….

  12. yuni andri said:

    wah…hebat bisa load flow…..
    makasih buat artikelnya mas….
    membantu banget….

  13. agus rohadi said:

    saya sangat tertarik pembahasan ini. tks

  14. Terima kasih atas tanggapan teman2 semua, saya senang saya bisa menulis sesuatu yang bermanfaat untuk kita semua.

    Kemarin kunjungan ke situs ini mencatat rekor baru yang sebelumnya belum pernah terjadi.

    Kemarin
    Cari Tampilkan
    analisis sistem tenaga listrik 46 More stats
    metode aliran daya newton raphson 5 More stats

    Kemarin
    Judul Tampilkan
    Contoh Penyelesaian Aliran Daya Listrik 50 More stats
    PowerWorld: Cara Mudah untuk Menganalisi 7

    Statistik Blog Summary Tables

    Total Ditampilkan: 6.376

    Hari Tersibuk: 93 — Thursday, February 19, 2009

    Untuk pertama kalinya dalam sehari situs ini ditengok 93 kali. Tentu saja, hal ini positif, mengingat blog ini sebenarnya terlalu spesifik dan teknis (menurut opini saya). Di tengah begitu beragamnya situs2 lain yang jauh lebih menarik, ternyata minat belajar teman2 web surfer dari Indonesia(saya berasumsi yang mengunjungi blog saya orang Indonesia, dilihat dari statistik dari wordpress) sangat lah bagus.

    Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih :-)

  15. Salam kenal mas.
    Nak Power dari TE USK.
    Jadi ingat AST 1 dan 2 ni.
    Salut buat analisanya.

  16. Assalamu alaikum wr.wb.

    terima kasih banyak atas contoh yang diberikan. Sangat bermanfaat buat kami. Tapi kami masih bingung dengan soal asli dari model ine line diagram karena nilainya sudah Y (admitansi) bukan Z (impedansi). Kami ingin uji coba dengan software lain, misalnya Power world. Bagaimana data lengkapnya ?
    terima kasih.

    Hormat kami,
    Taufik

  17. Pak Taufik,

    Di PowerWorld, bapak cukup ganti nilai admitansi dengan impedansi, z = 1/y.

    Misal y = -j50, maka z = 1 / (-j50) = j 0.02, jadi nilai 0.02 ini dimasukkan di Series Reactance (X) pada Transmission Line Option.

    Namun harus diingat, jika admitans mengandung nilai real dan imaginer, maka impedans-nya harus lah invers bilangan kompleks tsb.

    Jangan lupa merubah SetPoint Voltage = 1.03 pu pada Generator yang mengontrol tegangan di bus no 2.

    Wassalam,
    Selamat mencoba.

  18. Saya juga sangat terbantu dengan karya pak Imaduddin.
    Mohon bantuannya data lengkap yang akan diinput ke ETAP. saya ingin bandingkan hasilnya antara manual, matlab, power world, dan ETAP.
    terima kasih

    Hormat saya,
    ITA

  19. Untuk Ita:

    saya belum pernah coba di ETAP, saya lihat di situsnya, untuk sebuah software trial ETAP kita harus download 400MB :-(

    Untuk dante:

    mungkin masud Dante IEEE 118 bus ya. Saya copy kan source code dari salah satu toolbox-nya Matlab, Matpower, data IEEE 118 bus, untuk metode Gauss Seidel. Menurut saya sudah banyak yang nulis di buku2 untuk metode ini, dante tinggal ganti data busnya sesuai yang diinginkan

    function [baseMVA, bus, gen, branch, areas, gencost] = case118
    %CASE118 Power flow data for IEEE 118 bus test case.
    % Please see ‘help caseformat’ for details on the case file format.
    % This data was converted from IEEE Common Data Format
    % (ieee118cdf.txt) on 20-Sep-2004 by cdf2matp, rev. 1.11
    % See end of file for warnings generated during conversion.
    %
    % Converted from IEEE CDF file from:
    % http://www.ee.washington.edu/research/pstca/
    % With baseKV data take from the PSAP format file from the same site,
    % added manually on 10-Mar-2006.
    %
    % 08/25/93 UW ARCHIVE 100.0 1961 W IEEE 118 Bus Test Case

    % MATPOWER
    % $Id: case118.m,v 1.7 2007/09/17 16:07:48 ray Exp $

    %%—– Power Flow Data —–%%
    %% system MVA base
    baseMVA = 100;

    %% bus data
    % bus_i type Pd Qd Gs Bs area Vm Va baseKV zone Vmax Vmin
    bus = [

    [29/1/2010] kode saya potong, bisa dicari di google.

  20. perkenalkan,,
    nama dante, sedang bikin TA tentang loadflow menggunakan matlab dengan standart IEEE 18 bus.
    ada yang tau????????????????
    pake metode Gauss-seidel….

    makasih…..:)

  21. makasih mas……….

    tapi bisa ngasih cara bikin prorgamnya pake matlab mas…………………

  22. oiya mas,,,,,

    saya kan pemula, pemula pake matlab juga….
    jadi ya lom begitu paham gtu……

    mohon di ajari ya….
    makasih………….

  23. sosokmanusia said:

    Assalam..
    Perkenalkan nama saya Radian…
    saya sedang tugas akhir optimisasi daya reaktif..
    mau nanya nih mas..
    klo kita mau nyari batas kestabilan tegangan berdasarkan singularitas dari Jacobian gimana caranya??
    bukannya klo dari load flow yd kt dapet udah hasilnya, gmn cara ngeluarin matrik Jacobiannya?
    ada contohnya jika kita ingin menggunakan Matlab?? trims..

    • Wa alaikum salaam Radian,

      Untuk mencari batas kestabilan tegangan, biasanya kita menggunakan analisis statik :

      1. V-Q Sensitivity Analysis
      2. Q-V Modal Analysis

      Dari load flow saja tidak cukup, karena kita tahu, pada saddle point / batas kestabilan tegangan matriks Jacobian menjadi singular.

      Paling gampang, pakai saja toolbox Matlab yang namanya PST Power System Toolbox,

      J. Chow, “Power System Toolbox Version 2.0,” Ontario, Canada: Cherry Tree Scientific Software, 2002

      Sebelum menggunakannya, lebih baik dipahami dulu konsepnya, bacaan yang bagus di,

      A general method for small signal stability analysis
      Makarov, Yu.V.; Zhao Yang Dong; Hill, D.J.
      Power Systems, IEEE Transactions on
      Volume 13, Issue 3, Aug 1998 Page(s):979 – 985
      Digital Object Identifier 10.1109/59.709086

      Bifurcation theory and its application to nonlinear dynamical phenomena in an electrical power system Ajjarapu, V. Lee, B. Dept. of Electr. Eng. & Comput. Eng., Iowa State Univ., Ames, IA;

      Saya beri clue, jika Radian sudah baca yang Modal Analysis, dan melakukan sensitivity analysis dengan PSTV2, coba perhatikan eigen values matriks Jacobian sistem yang diuji, kemana eigen values tsb bergerak menjelang voltage collapse.

      • Terima kasih pak………Apa yang Bapak tulis banyak manfaatnya.

        Pak saya mau nanya, saya pernah mencoba menjalankan program load flow yang ada di buku Hadi Saadat untuk sistem jawa bali. Hasilnya memang keluar namun untuk pembangkit muara tawar dan cirata kenapa daya reaktif yang dihasilkan melebihi batas Qmaks nya. Kira kira dimana letak salahnya Pak.

        load flow yang sudah memperhitungkan biaya pembangkitan apakah namanya menjadi optimal power flow Pak. Soalnya saya ada membaca beberapa istilah diantaranya load flow, optimal power flow, optimal dispatch, economic dispatch, Bisa bantu menerangkan maksud istilah diatas Pak. Terimakasih sebelumnya atas bantuan yang diberikan.

        wassalam.

      • Trims pak Johny untuk diskusinya,

        Komen saya untuk simulasi sistem Jawa Bali, mungkin bapak belum memasukkan pembangkit di luar milik PLN yang ada di daerah Jabodetabek atau bisa juga ada VAR Compensator di dekat situ. Yang kita tahu, unit2 pembangkit yang menyangga daerah Jabodetabek sangat besar produksi MVAR-nya untuk mengatrol tegangan.

        Untuk yang kedua, saya coba uraikan sepengetahuan saya tentang beberapa definisi load flow.

        Jika kita menyelesaikan masalah load flow misal dengan algoritma Newton-Raphson, orang sering menyebutnya sebagai “load flow” saja.

        Tapi jika kita hendak menyelesaikan load flow ditambah dengan mempunyai suatu tujuan / misal untuk meminimalkan suatu objective function, biasanya diikuti dengan persyaratan / konstrain, orang menyebutnya sebagai “optimal power flow“. Teknik penyelesaian fungsi obyektif dan konstrain2nya yang pernah saya pelajari adalah Linear Programming. Dasarnya diajarkan pada pelajaran Matematika di SMA.

        Jika fungsi obyektif tersebut adalah meminimalkan cost, maka solusi load flow itu disebut “economic dispatch“.

        Dalam software simulasi, jika kita perhatikan, untuk solusi yang dihasilkan optimal power flow (OPF) dan economic dispatch sering kali berbeda. Yang membuatnya berbeda biasanya adalah konstrain yang kita tentukan.

        Contoh:

        Bagian Perencanaan Operasi ingin (mempunyai tujuan / objective) meminimalkan biaya (cost) operasi STL Jawa Bali. Diketahui Sub Sistem Bali di Region Jawa Timur dan Bali mempunyai area cost yang tinggi. Jika disimulasi hanya menggunakan objective functionnya cost saja (economic dispatch), maka bisa dipastikan semua beban di Bali dipenuhi dari daya yang disalurkan dari pulau Jawa saja yang mempunyai generation cost yang relatif lebih rendah (mayoritas PLTU Batubara di Jawa vs pembangkit BBM di Bali).
        Jika persamaan dan atau pertidaksamaan konstrain dimasukkan, maka hasilnya akan berbeda. Jika dimasukkan konstrain kapasitas transmisi kabel bawah laut Jawa-Bali misal 200 MW. Beban di Bali katakan lah 500 MW. Solusi dari OPF tentu akan mengatakan, beban di Bali cuma bisa dipenuhi sebagian saja dari Jawa (meskipun murah tapi ada konstrain / konjesti jaringan), dan sisanya dipenuhi oleh unit pembangkit yang ada di Bali.
        Jika dimasukkan juga system control / konstrain berupa kualitas tegangan tidak boleh terlalu rendah di Denpasar (> 0.9 p.u.), tapi juga tidak boleh terlalu tinggi di Jawa (< 1.1 p.u.), misal dikirim dari GITET 500 kV di Paiton Probolinggo, maka hasil simulasi OPF mungkin akan menunjukkan bahwa suplai daya reaktif (MVAR) dari pembangkit yang ada di Bali mungkin tetap dibutuhkan, meski daya aktifnya 100% dapat dipenuhi dari Jawa.

        Solusi OPF dan Economic Dispatch dapat identik, jika tidak ada congestion / keterbatasan jaringan tranmisi.

        Wassalam,
        M. Imaduddin

  24. sosokmanusia said:

    terima kasih y mas,…
    saya pelajari dulu..
    wassalam..

  25. sosokmanusia said:

    Assalam mas..
    boleh saya minta emailnya??
    Kalo email saya radiannugraha@gmail.com

  26. assalam mas..
    say mau nanya, kalo kita mw melakukan aliran daya tapi matrik jacobiannya didapat dari persamaan daya yang dalam bentuk rectangular gmn caranya?? soalnya yang umum dipakai kan persamaan daya dalam bentuk polar (P cos x – Q sin x)..
    terima kasih sebelumnya…

    • Wassalam..

      Bisanya sih bisa, namun Radian akan melakukan pekerjaan repetitif/berulang-ulang yang tidak perlu, misal jika kita ingin mengalikan (3 + j4) dengan (3 – j4) maka kita harus mengalikan 3 x 3, ditambah 3 x -j4, ditambah j4 x 3, ditambah j4 x -j4.

      Panjang kan… :-)

  27. ohy mas..
    ada ga contoh listing yang newton rhapsonnya pake matlab??
    trim’s

  28. Assalamu’alaikum…
    Pak Imaduddin, sy mau tanya:
    1. Studi aliran daya itu kan mempelajari aliran daya dan tegangan sistem dalam kodisi operasi tunak. Kondisi operasi tunak itu definisinya apa sih? Sy masih blm paham.
    2. Sy sudah mencoba menyimpan gambar perhitungan aliran daya metode newton raphson &fast decouple anda. Tapi ketika dicetak tulisannya pecah-pecah. Bisa minta tolong kirimkan perhitungan manual aliran dayanya ke e-mail saya: wah_u2@yahoo.co.id?
    Terimakasih… Smga ilmu anda bermanfaat…!

    • 1. Kutipan dari Wiki:

      steady state:
      Any state that does not change over time, or is in a dynamic equilibrium

      Keadaan tunak (bahasa Inggris: steady state) adalah kondisi sewaktu sifat-sifat suatu sistem tak berubah dengan berjalannya waktu atau dengan kata lain, konstan.

      Artinya, Sistem Tenaga Listrik (STL) yang kita pelajari aliran dayanya, kita anggap tidak berubah secara drastis dengan berubahnya waktu. Perubahan konfigurasi sistem bisa terjadi, misalnya akibat:
      -hilangnya beban secara tiba-tiba
      -hilangnya suplai dari pembangkit secara tiba-tiba
      -gangguan pada transmisi secara tiba-tiba

      Yang perlu diingat, Power System Analysis (PSA) tidak cuma berisi Steady State Analysis (SSA). SSA cuma bagian kecil dari PSA.

      Yang sering jadi pertanyaan, jika SSA cuma bagian kecil dari PSA, kenapa kita “cuma” mempelajari SSA di mata kuliah PSA?

      Jawabannya:

      1. SSA memberi gambaran umum (general knowledge) akan sebuah STL. Bahkan dengan bantuan software sekalipun, SSA lah yang pertama kali dilihat ketika merencanakan operasi STL.
      2. Belajar SSA aja puyenk, gimana mo belajar Dynamic Analysis hehe… (maaf hanya guyon saja ko’). Intinya, kalau anda mau menggali lebih dalam lagi, ada banyak hal di studi ini yang sampai sekarang masih berkembang.

      2. Tips untuk mencetak gambar2 di posting ini:

      – Klik kanan gambar yang akan dicetak, pilih Open Link in a New Tab/Window
      – Save gambar yang dibuka pada Tab/Window yang baru itu
      – Cetak gambar dari file yang sudah anda simpan tadi

      Jika di-save-as langsung dari posting ini, hasilnya memang jelek, hal ini saya sengaja, mempertimbangkan disain blog ini agar tidak terlalu dipenuhi oleh gambar yang terlalu besar.

  29. mohon bantuannya dong…ttg analisa aliran daya tiga fasa pada sistem distribusi dengan menggunakan metode fast decoupled. saya perlu perhitungan manualnya untuk membuat program dengan matlab. karena waktu kuliah semester lima dulu yang dipelajari hanya 1 fasa saja (diasumsikan semua fasa seimbang). terima kasih banget sebelumnya….

  30. salam kenal mas

    saya kemarin ujian disuruh ngerjakan sama persis, tapi bus nya ada enam paralel. Kalo jadi matriks 8X8. 100 menit, manual.

    Gila ga tuh

  31. mas…ada postingan teori tentang program yang ada di buku power system analysis g’mas???
    makasih sebelumnya mas…

  32. nur wahyu h. said:

    Assalamu’alaikum….

    Sy mhsiswa t.elektro. Sy sedang mencari definisi tentang Heuristic dan tentang metode New Heuristic …
    Mohon penjelasannya secara detail…

    Penting untuk revisian skripsi sy rekonfigurasi jaringn distribsi .

    trim’s atas bantuannya…

    • Wa’alaikum salam,

      Topik yang dicari pak Wahyu untuk skripsi sangat lah menarik. Saya memang berencana ingin membahasnya di blog saya ini, karena ada banyak hal yang masih akan berkembang di ranah ini.

      Inti dari teknik algoritma ini adalah melakukan optimisasi dengan cara-cara yang baru yang menghasilkan solusi yang jauh lebih baik. Salah satu karakteristiknya adalah mendapatkan global optima dan terhindar dari jebakan solusi berupa local minima.

      New Heuristic yang dimaksud mungkin Metaheuristic, yang menurut Blum dan Roli belum ada definisi yang baku. Khusus untuk topik rekonfigurasi jaringan distribusi, pak Wahyu bisa fokus saja di teknik Evolutionary Computation (termasuk di dalamnya ada Genetic Algorithm) yang inspirasinya diambil dari evolusi biologis.

      Dalam jaringan distribusi existing seringkali kita dihadapkan pada kondisi klasik, bahwa kondisi sekarang dan akan datang, sudah tidak sesuai dengan perencanaan/master plan distribusi di masa lalu. Akibatnya bisa saja diperlukan pertukaran saluran, bahkan saluran yang ada dihapus diganti saluran lain. Itu dulu clue awalnya, pak Wahyu bisa search di Google mengenai dua hal ini, Evolutionary Computation dan Genetic Algorithm. Semoga bermanfaat.

  33. Bagaimana jika kita ingin menginject-kan daya reaktif seperti kapasitor pada bus beban. Apa besarnya daya reaktif yang ada dibus beban, langsung dikurangi dengan daya reaktif yang diinject-kan. Atau bagaimana?? Apa ada Pengaruh langsung pada proses perhitungan loadflow jika ada tambahan daya reaktif (kapasitor), misalnya tegangan pada bus yang diinject daya reaktif, losses pada saluran jadi gimana. makasih atas sharing yg bermanfaat ini.

    • Bisa seperti yang dibilang pak julian, namun sebaiknya dipisah, biar bisa dianalisis dengan atau tanpa injeksi var.
      pengaruh langsung: tegangan di bus itu akan naik
      yang perlu diperhatikan: kestabilan tegangan sistem secara keseluruhan, tegangan di bus lain mungkin ada yang jadi terlalu tinggi.
      KEY WORDS: Eigen values, Eigen vectors, participation factors, weak load bus and Voltage stability
      losses saluran: = I^2 * Z, selama Z saluran tidak berubah, losses hanya dipengaruhi besar kecil arus yang mengalir.

      • Terima kasih atas tanggapannya pak..
        ada lagi yang ingin saya ketahui.
        1) bagaimana injeksi var dapat mempengaruhi tegangan pada suatu bus? persamaannya seperti apa?
        2) kenapa loadflow dengan Newton-Raphson tidak dapat dipakai pada sistem distribusi radial?
        apa karena strukturnya atau karena rasio R/X nya yang besar? mohon penjelasan..

        Terimakasih atas bantuannya.

      • 1) Mari kita lihat kembali matriks Jacobian. Pertama, kita partisi matriks tsb. menjadi 4 bagian menjadi J1, J2, J3 dan J4. Lihat pada elemen J4. Pada J4 turunan parsial dQ terhadap d|V| punya pengaruh besar pada persamaan delta Q = J3 . delta phase angle + J4. delta |V|. Artinya, perubahan |V| lebih banyak dipengaruhi perubahan Q. Bandingkan dengan J3, nilai J3 biasanya sangat lah kecil karena besar sudut cos -nya biasanya mendekati 90 derajat, dan kita tahu cos 90 = 0, tipikal untuk sistem transmisi dimana nilai rasio X/R sangat tinggi (kebalikan sistem distribusi).

        Ini menjadi sebab dianggapnya J2 dan J3 nilainya 0 pada algoritma decoupled power flow oleh Stott dan Alsac dalam Fast Decoupled Load Flow by: B. Stott, O. Alsac – Power Apparatus and Systems, IEEE Transactions on In Power Apparatus and Systems, IEEE Transactions on, Vol. PAS-93, No. 3. (29 January 2007), pp. 859-869

        2) Untuk distribusi, sebetulnya saya belum terlalu mempelajarinya. Karena pak Julian ingin mendiskusikan hal tsb. maka saya coba mempelajarinya lagi dan saya sangat berterima kasih untuk hal ini.

        Dari yang saya baca, NR tidak terlalu berhasil bisa menyelesaikan (divergen) load flow di distribusi. Penyebabnya karena dua hal yang disebut pak Julian tadi, sering juga disebut sebagai ill-conditioned.

        Struktur radial/tree pada sistem distribusi menjadi penyebabnya, sedang NR lebih cocok untuk sistem dengan bentuk mesh/jala-jala.

        Rasio R/X yang besar juga menjadikan sistem distribusi tidak ideal untuk iterasi NR.

        Kelemahan NR, menurut Reddy dkk sbb:

        The difficulties which cause instability
        and divergence in load flow solution with
        Newton-Raphson method are,
        1. Selection of reference slack bus
        2. Existence of negative line resistance
        3. High R/X ratio
        4. Choosing initial values

        Jadi bukan berarti di sistem distribusi tidak ada solusi untuk loadflow-nya, tapi lebih pada analisis sistem numerik mana yang lebih cocok dipakai. Metode pak Iwamoto menjelaskan hal ini: Iwamoto: A load flow calculation method for ill-conditioned power systems.

  34. terimakasih banyak mas, cakep bener bahasannya. GBU

  35. Ivo Saputra said:

    Assalamualaikum Pak Imaduddin,

    Saya Ivo dari T.Elektro UNAND…

    saya mo tanya perbedaan antara metode fast decouple dengan Improved fast decoupled. Sy cuman mo memastikan info yang sudah saya baca benar….

    Trus, dari segi jumlah iterasi dan presisi hasil perbandingan kduanya gimana??? makasih.

    • Wa alaikum salam, saya juga baru baca tentang metode ini, saya baca di paper: Improved Fast Decoupled Power Flow oleh R. Eid, S. W. Georges and R. A. Jabr. Dalam metode ini ada updating yang tidak dilakukan karena :
      The update of this algorithm was based on the weak coupling between ΔP and ΔV, and between ΔQ and Δδ. Efeknya, jumlah flop per iterasi lebih sedikit dibanding algoritma FDLF aslinya (versi Stott and Alsac).

  36. assalammualaikum wr wb…..
    siang mas….
    numpang nanya, bagaimana caranya menganalisa keandalan sistem tenaga(khusus untuk kontinuitas pelayanan)?pakai program apa?terimah kasih sebelumnya

  37. Ivo Saputra said:

    Assalamualaikum Pak Imaduddin,

    saya sekarang lagi membuat prog Aliran daya dengan Teknik Fast decoupled. Namun teknik fast decoupled yang saya gunakan pada pembentukan matrik [B']-nya langsung diperoleh dari suseptansi murni dari line (mengabaikan besar R sehingga (Z = 0 + jX), namun untuk matrik [B"] tetap diperoleh dari matrik [Ybus] biasa. Ternyata sangat besar pengaruhnya, iterasi untuk ieee57bus yang biasanya mencapai 60-an iterasi dapat diperoleh hanya dengan 14 iterasi. Nah, yang mau saya tanyakan metode yang digunakan Stott and Alsac yang seperti gimana??

    Kalau bisa saya akan sangat berterimakasih sekali jika Pak Imaduddin bisa memberikan saya referensi (ebook atau paper) via email, dan saya juga akan sangat berterimakasih sekali jika Pak Imaduddin memberikan saya data-data IEEE118bus, IEE300bus…. Yang saya punya hanya baru IEEE6bus, IEEE14BUS dan IEEE57bus.

    Saya udah nyari kemana-mana tapi pasti harus di-purchase dulu. Maklum pak saya mahasiswa miskin yang banyak ingin tau.

    Terima Kasih sekali pak Imanuddin. Maaf saya udah ngomong panjang lebar.

    email saya : ivo_saputra@yahoo.co.id

    • wa’alaikumsalaam pak Ivo,

      untuk IEEE test bus, bisa lihat datanya disini,
      •14 Bus
      •30 Bus
      •57 Bus
      •118 Bus
      •300 Bus

      Metode Stott dan Alsac :

      Fast Decoupled Load Flow
      Stott, B.; Alsac, O.;
      Power Apparatus and Systems, IEEE Transactions on
      Volume: PAS-93 , Issue: 3
      Digital Object Identifier: 10.1109/TPAS.1974.293985
      Publication Year: 1974 , Page(s): 859 – 869

      Abstract
      This paper describes a simple, very reliable and extremely fast load-flow solution method with a wide range of practical application. It is attractive for accurate or approximate off-and on-line routine and contingency calculations for networks of any size, and can be implemented efficiently on computers with restrictive core-store capacities. The method is a development on other recent work employing the MW-¿/ MVAR-V decoupling principle, and its precise algorithmic form has been determined by extensive numerical studies. The paper gives details of the method’s performance on a series of practical problems of up to 1080 buses. A solution to within 0.01 MW/MVAR maximum bus mismatches is normally obtained in 4 to 7 iterations, each iteration being equal in speed to 1½ Gauss-Seidel iterations or 1/5th of a Newton iteration. Correlations of general interest between the power-mismatch convergence criterion and actual solution accuracy are obtained.

      Saya coba cari dulu artikel lengkapnya.

  38. mas bahas tentang arus hubung singkat dong….
    soalnya saya sdg membuat skripsi tentang aliran daya yang optimum dengan kendala arus hubung singkat…
    trima kasih…

  39. Assalamualaikum,
    akh gmn buat aliran daya newton raphson untuk 39 bus, an buat matrix jacobiannya pusing satu-satu?

  40. keren bgd mas…
    pi sayang perhitungannya masih pake tulisan tangan
    klo bisa tuk selanjutnya pake aquatin editor mas

    pokoknya keren bgd dah…
    jangan pernah berhenti berkarya mas..

  41. pak Imam, boleh tau perbedaan metode antara gauss-seidel, newton-raphson dan decoupled?kapan metode2 tersebut digunakan.

    Terimakasih.

    Malik

  42. aremania palembang said:

    assalamu’alaikum wr wb
    maaf mungkin kelur dari topiknya,tapi bisa d buktikan g ms klo brownout itu efektif untuk pengaturan daya,sebelum pemadaman dilakukan

  43. beni ramadhan said:

    mantabs….

  44. Denny Rama Prahara said:

    Assalamualaikum Pak Imaduddin..
    Perkenalkan nama saya Denny..
    Saya ingin brtanya kalau saya ingin membuat analisa optimasi kompensasi daya reaktif dengan metode fast de’coupled dengan cara simulasi menggunakan software MATLAB kira2 bisa tidak ya pak??
    karena jujur saya bingung dengan listing programnya..
    kira2 bpk pny contoh simple dalam analisa seperti yg saya maksud tidak??
    mohon bantuannya..

    Email saya : Dny_niwa@yahoo.co.id

  45. Runaldy sahputra said:

    assalamualaikum pak imaduddin,
    saya ingin menanyakan ttg aliran daya fast decoupled.
    saya sedang melakukan penelitian tugas akhir untuk aliran daya sistem interkoneksi 150 kV Sumut-Aceh , yang mana terhubung secara radial mulai dari Pangkalan brandan (wilayah Sumut) sampai Banda aceh (aceh). jumlah busnya 7.

    Bagaimana cara perhitungan aliran dayanya? apakah mesti dihitung keseluruhan sistem SUMBAGUT 150 KV (sumatera utara & Aceh)?
    atau hanya dihitung 7 bus pada wilayah Aceh saja dan menganggap input pada pangkalan brandan (wilayah Sumut) sebagai slack busnya?
    tolong diberi pencerahan ya pak..
    terima kasih..

    • Anggap input di Pangkalan Brandan sebagai slack busnya saja pak, dianggap Aceh terhubung dengan infinite bus melalui slack bus ini.

      Selamat mencoba, semoga berhasil.

      • Runaldy sahputra said:

        saya sdh coba menyelesaikan aliran dayanya dgn menganggap pangkalan brandan sbagai slackBus & 7 bus lainnya di aceh sbgai Load bus.
        tetapi magnitude tegangan yang diperoleh pada masing-masing bus tidak memungkinkan :
        Bus 2 = 1.049 p.u
        Bus 3 = 0.057 p.u
        Bus 4 = 0.002 p.u
        Bus 5 = 0.376 p.u
        Bus 6 = 0.000 p.u
        Bus 7 = 0.003 p.u
        Bus 8 = 0.000 p.u

        saya menggunakan algorithma pada buku Anrique Acha.
        begitu jg dgn M-File Cekmas, Cekdin. keluaran tegangannya beda-beda tipis sama hasil diatas.
        untuk toolbox hadi saadat nilainya tampil = NAN
        saya juga sudah coba PSAT 2.1.6 MATLAB/Simulink (F.Milano), hasilnya juga begitu..

        apa karena struktur jaringannya radial ya pak?
        klo struktur loop nilainya berhasil semua.
        Mohon pencerahannya ya pak..

      • Ooo.. radial ya..
        Klo gtu jawabannya ada di komen #184

  46. Terima kasih banyak Pak Imaduddin, penjelasannya sangat lengkap dan bisa dipahami.

    Memang saya belum masukan VAR Compesator diluar milik PLN Pak, saya hanya masukan injeksi compesator pad bus pedan, kediri dan paiton. Memang kalau dilihat justru beban induktif yang menyerap daya reaktif berada didaerh jabodetabek.

    Sekali lagi terima kasih atas penjelasannya Pak.

    wassalam

    johny

  47. inilah anak didik Dr Dong, & Prof Saha.. hehehe..

  48. mohon bantuan

    18 bus IEEE,,,,,
    data trafo
    diket
    R=0.0078 ohm
    jX=1.0552

    teg primer = 138 kV
    teg sekunder = 12,5 kV

    kira2 berapa kapasitas trafo ?(VA)

  49. assalamualaikum, pak imaduddin saya ingin bertanya. klo untuk tugas akhir ttg aliran daya menggunakan metode fast decouple lebih baik menggunakan software matlab / powerworld / etap ? saya msih bingung dgn software apa yang akan dipakai dan lbih mudah untuk aliran daya.
    makash sebelumnya pak

  50. assalamualaikum pak imaduddin . .saya sedang munyusun tugas akhir tentang kestabilan. saya mau tanya bagaimana caranya kita mencari parameter K1 s/d K6 pada mesin tunggal yang terinfinite bus..
    terimakasih sebelumnya

  51. Ivo Saputra said:

    Assalamu’alaikum Pak Imaduddin…. udah lama saya nggak berkunjung ke blog ini. Dulu saya masih mahasiswa sering mampiri ke blog ini. Sekarang alhamdulillah saya udah kerja di PLN P3B. Penjelasan Bapak di blog ini membantu saya dalam tugas besar dan penelitian dulu. Terima kasih, Pak.

  52. Assalamu’alaikum Pak Imaduddin… skripsi saya tentang rekonfigurasi saluran distribusi dengan matlab, kira2 bisa diibahas g, butuh sekali pak, terima kasih banyak……

  53. Assalamu’alaikum Pak Imaduddin… skripsi saya tentang rekonfigurasi saluran distribusi dengan Algoritma genetika menggunakan matlab dan Newton raphson,kendala saya pak pada modifikasi Newton raphson untuk matrik jacobiannya.mohon pencerahan dari bapak, butuh sekali pak, terima kasih Pak

    wassalam.

  54. terimakasih pak sangat membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Imaduddin's Weblog

all about electricity (indonesia)

all about electricity (indonesia)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: