Imaduddin's Weblog

Masukan dari April 2008

Perusahaan Distribusi Listrik di Pasar Listrik Deregulasi (Sekilas Energex)

22 April 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam artikel pasar listrik deregulasi yang lalu telah disebutkan salah satu komponen nya adalah perusahaan distribusi listrik. Energex adalah salah satu contoh perusahaan ini. Perusahaan milik pemerintah ini melayani distribusi listrik di area tenggara negara bagian Queensland dan utara NSW, Australia. Tadinya perusahaan ini juga melayani retail langsung ke konsumen, namun pada tahun 2007, hak retail tsb. dijual ke perusahaan lain (AGL dan Origin). Listrik yang diperoleh Energex diperoleh dari jaringan transmisi yang dikuasai Powerlink, perusahaan milik pemerintah juga.

Perusahaan ini berorientasi pada kepuasan pelayanan pelanggan, yang sering diindikasikan dengan SAIDI. SAIDI (system average interruption duration index) secara sederhana menyatakan rata-rata lamanya konsumen merasakan padamnya listrik tiap tahunnya. Karenanya, perusahaan ini mengatakan bahwa suara, keluhan, laporan adanya gangguan atau padamnya listrik adalah masukan terpenting dalam mencapai unjuk kerja yang terbaik.

Energex memiliki sistem pelayanan pelanggan yang mampu mengidentifikasi pelanggan yang menelpon, baik nomor telepon maupun namanya dan sekaligus menentukan lokasi pelanggan, dan pengenalan suara (voice recognizition) untuk menentukan apa yang dimaui pelanggan. Dengan sistem ini, Energex mampu merespon kejadian dengan cepat, misalnya jika terjadi gangguan di suatu daerah. Selain masukan dari pelanggan, perusahaan ini juga mencermati kondisi cuaca, terutama jika akan terjadi hujan dan petir, penyebab utama gangguan (hubung singkat) yang menyebabkan matinya listrik.

Secara teknis, karena dalam sistem tenaga listrik, distribusi berada pada sisi yang dekat dengan konsumen, maka peralatan yang dipakai pun kebanyakan bertegangan menengah dan rendah (132 kV, 110 kV, 33 kV, 11 kV, 240 V).

Salah satu control center-nya yang berlokasi di Victoria Park, Brisbane mempunyai hal-hal yang umum dipunyai suatu sistem distribusi. Salah satunya, tentu saja adanya trafo distribusi 125 MVA berikut,

yang merupakan gambaran umum sebuah trafo distribusi yang memiliki pengubah tap tegangan atau OLTC (online tap changer).

Permasalahan umum yang terjadi di sisi distribusi, seperti rendahnya tegangan akibat besarnya beban induktif (penggunaan pemanas/pendingin ruangan, motor2 listrik di industri) diatasi dengan penggunaan capacitor bank.    

Gambar berikut adalah one line diagram sistem distribusi di sebuah monitor,

dan suasana ruang kendali (control center) sistem distribusi listrik,      

yang suasananya berbeda dengan suasana control room pembangkit listrik atau pun control center di system operator. Salah satu hal lain yang menarik, Energex ternyata hanya menggunakan sistem operasi Windows NT untuk hal2 yang sifatnya off line, sedangkan untuk hal2 yang sifatnya berhubungan dengan komputasi real time, sistem operasi yang digunakan berbasis Unix.

 

 

 

Kategori: Electricity Market
Ditandai: , , , , , , , , , , , , ,

Let’s Save Energy

1 April 2008 · 1 Komentar

Saudara2 sebangsa dan setanah air,

Mari tunjukkan sumbang sih kita bagi negeri kita tercinta dengan hal2 yang nyata, dimulai dari diri sendiri.

Tersebut lah slogan lama, tapi semakin sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup bangsa ini,

“Mari Hemat Energi…”

Update laporan Bank Dunia April 2008:

Bidang penting lain yang semakin mencemaskan adalah APBN.. Dengan tidak berubahnya harga dalam negeri untuk harga bahan bakar bensin dan diesel untuk angkutan dan minyak tanah (yang mewakili lebih dari 2/3 bagian penjualan BBM), subsidi pemerintah tumbuh dengan pesat dan akan mencapai Rp 130 trilyun (US $14.3 milyar) pada tahun 2008 berdasarkan perkiraan Pemerintah sebesar US$95 per barrel.

Pada tingkat ini, subsidi enerji total (untuk tenaga listrik maupun untuk BBM) akan sama besar dengan total belanja modal dan sosial pemerintah pusat. Didorong oleh kenaikan subsidi, telah diusulkan langkah-langkah untuk memangkas belanja dalam departemen departemen teknis, mengurangi subsidi untuk listrik, dan meransum minyak tanah untuk memastikan bahwa hanya orang miskin yang menerimanya. Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah mengharapkan defisit anggaran belanja naik dari 1,7 persen PDB menjadi sedikit di atas 2 persen PDB.

Bangsa2 lain melakukannya pada Earth Hour 31 Maret yg lalu (konon inspirasinya dari perayaan Nyepi di Bali) dalam rangka kesadaran akan kelangsungan hidup umat manusia.

Sydney Opera House (salah satu keajaiban dunia yang baru) pun rela memadamkan lampunya.

Bagaimana dengan diri kita sendiri? Bukan masalah apakah anda mampu membayar listrik atau tidak, atau apakah anda mengkonsumsi listrik/BBM bersubsidi atau membayar dengan harga pasar, namun lakukan hemat energi ini demi kelangsungan hidup umat manusia di bumi ini. Ingat, bumi ini diserahkan Tuhan kepada umat manusia tidak untuk dirusak, tapi untuk dikelola dengan sebaik-baiknya.

Apalagi bangsa kita, rakyat kita sedang dalam kesulitan, subsidi dikurangi dimana-mana, pemerintah mengurangi belanja untuk pembangunan. Untuk apa itu semua? Hanya gara2 untuk menutup subsidi energi (BBM dan listrik) di tengah membumbungnya harga minyak dunia.

apbn2008.jpg

Tidak terbayangkan lagi jika subsidi akhirnya harus menggerogoti anggaran yang berwarna hijau (social assistance). Apakah kita akan membiarkan rakyat jelata, anak-anak, bayi dan orang2 tua kelaparan?

Jika anda tidak rela melakukan hal2 yang mudah seperti mematikan lampu yang sudah tidak digunakan, lebih memilih transportasi umum daripada kendaraan pribadi (bila memungkinkan), mengganti lampu pijar dengan lampu fluorescent, menanam pohon / menghijaukan lingkungan, maka…

 I think you are the most selfish person on the planet.

(Two Weeks Notice)

Kategori: Opinion
Ditandai: , , , , , , ,